“Ketika kami tanyakan kenapa lokasi ini terbakar, Masriadi mengatakan pemilik lahan yang menyuruh membakar tumpukan-tumpukan yang sudah ada,” ungkap Sogini.

Para pekerja kemudian berupaya menghubungi Irfan, warga Desa Kudung yang disebut sebagai pemilik lahan sekaligus pihak yang memberikan pekerjaan kepada mereka. Namun saat itu Irfan diketahui sedang tidak berada di kampung.

Karena tidak mampu memadamkan api secara mandiri, Sogini kemudian kembali ke kampung dan melaporkan kejadian tersebut kepada Zulfikar, Ketua Kelompok Kegiatan Ketahanan Pangan yang juga disebut sebagai saudara kandung Irfan.

Menurut Sogini, Zulfikar kemudian datang bersama empat warga lainnya untuk membantu memadamkan api. Namun upaya tersebut belum mampu sepenuhnya mengatasi kebakaran.

Asap Masih Terlihat

Pantauan Harianmemokepri.com pada Senin (31/8/2026), kepulan asap masih terlihat dari lokasi kebakaran dan dapat disaksikan dari kawasan permukiman Desa Kudung.

Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat bara di area lahan gambut meskipun kebakaran telah berlangsung selama beberapa hari.