HARIANMEMOKEPRI.COM – Polemik lahan melibatkan masyarakat dengan PT Citra Sugi Aditya (CSA) di Kabupaten Lingga kembali menjadi perhatian publik.

Aktivis pemuda dan mahasiswa Kepulauan Riau asal Lingga, Fahrul Anshori atau akrab disapa ORI, meminta seluruh pihak mengedepankan penyelesaian yang adil serta menghormati hak masyarakat.

Kepada Harianmemokepri.com, Rabu (5/8/2026), ORI menilai persoalan yang terjadi tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja.

Menurutnya, konflik lahan merupakan persoalan yang kompleks karena berkaitan dengan proses penetapan kawasan, legalitas lahan masyarakat, hingga koordinasi antarinstansi sejak awal.

Ia menilai sosialisasi kepada masyarakat terkait program perkebunan kelapa sawit dan status lahan masuk dalam kawasan Hak Guna Usaha (HGU) maupun Izin Usaha Perkebunan (IUP) seharusnya dilakukan secara menyeluruh sejak awal.

Menurut ORI, pemerintah desa memiliki tanggung jawab untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya legalitas kepemilikan tanah, mengingat masih banyak warga menguasai lahan namun belum memiliki dokumen yang lengkap.