HARIANMEMOKEPRI.COM – Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan monitoring langsung terhadap kondisi KLM Bintang Selamanya GT 158 tenggelam di perairan Tanjung Nyang Lansik, Dusun II Desa Belungkur, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, Selasa (14/07/2026) malam.

Kegiatan monitoring dipimpin langsung oleh Kepala BPBD Kabupaten Lingga, Octanius Wirsal, bersama unsur Posbinpotmar Tanjung Buton, Satpolairud Polres Lingga, serta masyarakat Desa Belungkur.

Berdasarkan pantauan di lokasi, rombongan berangkat sekitar pukul 19.00 WIB dari Dermaga Dusun II Desa Belungkur menggunakan sebuah pompong milik warga menuju lokasi kejadian berjarak kurang lebih dua mil laut dari bibir pantai.

Tim terlebih dahulu menuju KLM Berkah Selebes GT 415, saat ini menjadi tempat berlindung sekaligus kapal bantu bagi seluruh awak kapal KLM Bintang Selamanya.

Dalam perjalanan menuju lokasi, tim sempat mengalami kesulitan untuk merapat ke KLM Berkah Selebes akibat kondisi cuaca kurang bersahabat.

Gelombang tinggi dipengaruhi musim angin selatan membuat proses pendekatan ke kapal harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Kepala BPBD Kabupaten Lingga, Octanius Wirsal, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dihimpun dari anak buah kapal (ABK) dan nahkoda, tenggelamnya KLM Bintang Selamanya diduga akibat diterjang angin kencang dan gelombang tinggi saat melintas di perairan Tanjung Nyang Lansik.

“Kami memperoleh keterangan dari ABK dan nahkoda bahwa kapal mengalami musibah akibat cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi sehingga menyebabkan kapal bocor pada bagian body. Dengan inisiatif nahkoda, kapal kemudian diarahkan ke perairan dangkal atau mendekati daratan untuk menghindari risiko yang lebih besar, namun akhirnya tetap tenggelam,” ujar Octanius.