Gelombang tinggi dipengaruhi musim angin selatan membuat proses pendekatan ke kapal harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Kepala BPBD Kabupaten Lingga, Octanius Wirsal, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dihimpun dari anak buah kapal (ABK) dan nahkoda, tenggelamnya KLM Bintang Selamanya diduga akibat diterjang angin kencang dan gelombang tinggi saat melintas di perairan Tanjung Nyang Lansik.

“Kami memperoleh keterangan dari ABK dan nahkoda bahwa kapal mengalami musibah akibat cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi sehingga menyebabkan kapal bocor pada bagian body. Dengan inisiatif nahkoda, kapal kemudian diarahkan ke perairan dangkal atau mendekati daratan untuk menghindari risiko yang lebih besar, namun akhirnya tetap tenggelam,” ujar Octanius.

Kapal kargo diketahui mengangkut beberapa jenis sembako itu, kini sebagian besar telah terendam air laut. Dari permukaan, hanya terlihat bagian haluan, dek kapal, serta ruang kemudi yang masih tersisa di atas air.

Meski mengalami musibah, seluruh kru kapal berhasil diselamatkan. Sebanyak 20 orang ABK termasuk nahkoda saat ini berada di atas KLM Berkah Selebes GT 415 sambil menunggu proses evakuasi dan penyelamatan kapal dilakukan.