HARIANMEMOKEPRI.COM– Mantan Bupati Lingga periode 2016–2020, H. Alias Wello, meminta Pemerintah Kabupaten Lingga dan DPRD serius menangani polemik investasi perkebunan kelapa sawit PT Citra Sugi Aditya (CSA).
Pernyataan itu disampaikan Alias Wello dalam rapat fasilitasi penyelesaian permasalahan lahan dan tanaman masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten Lingga, DPRD, masyarakat, serta pihak perusahaan di Ruang Rapat Kantor Bupati Lingga, Kamis (27/8/2026).
Alias Wello menegaskan, persoalan PT CSA tidak semestinya hanya dilihat dari sisi ganti rugi lahan dan tanaman masyarakat.
Menurutnya, terdapat sejumlah persoalan administratif dan legalitas yang perlu diperiksa secara terbuka.
“Kalau hanya membahas ganti rugi lahan, itu persoalan kecil. Hari ini saya akan mengungkapkan fakta-fakta yang menurut kami dapat dipertanggungjawabkan,”
“Ada hal-hal krusial yang sudah keluar dari aturan yang diperuntukkan bagi PT CSA dan kami memiliki data serta bukti di lapangan. Karena itu saya ingatkan, hati-hati Pemerintah Kabupaten Lingga,” tegas Awe.
Ia juga mempertanyakan fungsi pengawasan pemerintah daerah dan DPRD terhadap aktivitas perusahaan.
Menurut Alias Wello, perusahaan memiliki kewajiban menyampaikan laporan secara berkala kepada pemerintah sehingga pengawasan terhadap kegiatan perusahaan harus dilakukan secara serius.
“PT CSA diwajibkan memberikan laporan setiap enam bulan. Kita harus tahu itu. DPRD juga memiliki fungsi pengawasan yang jelas. Ini menyangkut hak orang banyak, bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk puluhan tahun ke depan,” ujarnya.

