HARIANMEMOKEPRI.COM – Persoalan akses listrik masih menjadi keluhan warga Dusun II Tajur Resun, Desa Baran, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga.

Meski jaringan listrik PLN telah tersedia di Desa Baran sejak 2021, hingga kini warga Dusun II Tajur Resun mengaku belum menikmati layanan listrik tersebut.

Kondisi ini membuat masyarakat harus mengandalkan sumber penerangan secara swadaya.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan mencari solusi agar kebutuhan dasar tersebut dapat terpenuhi.

Salah seorang warga Dusun II Tajur Resun, Ishak (46), mengatakan kampungnya saat ini tidak memiliki sumber penerangan memadai setelah mesin genset yang selama ini digunakan tidak lagi berfungsi.

Menurut Ishak, pada 2023 hingga 2024 warga sempat menikmati penerangan melalui mesin genset bantuan Pemerintah Desa Baran.

Namun, fasilitas tersebut kemudian terbakar bersama bangunan tempat penyimpanannya.

Setelah kejadian itu, masyarakat kembali mendapat bantuan mesin genset dan dinamo hibah dari salah seorang pengusaha di Dusun Tajur Resun.

Namun, mesin tersebut hanya mampu bertahan sekitar tujuh bulan dan kerap mengalami gangguan.

“Setelah genset milik desa terbakar, masyarakat sempat kembali mendapat bantuan berupa mesin genset dan dinamo hibah. Namun mesin tersebut hanya bertahan sekitar tujuh bulan dan sering mengalami gangguan,” ujar Ishak kepada Harianmemokepri.com, Senin (10/8/2026)

Persoalan tidak berhenti pada kerusakan mesin. Selama genset masih beroperasi, warga juga harus menanggung biaya operasional secara swadaya.