Gemericik hujan deras yang mengguyur kawasan lereng Gunung Salak malam itu seolah mengikis batas antara kenyataan objektif dan ilusi yang diciptakan oleh ketakutan alam bawah sadar manusia.

Banyak orang meyakini bahwa fenomena supranatural kerap bersembunyi di balik bangunan tua yang menyimpan jejak sejarah panjang serta trauma masa lalu penghuninya.

Pengalaman mistis yang dialami oleh seorang arsitek muda bernama Rizky saat menginap di sebuah pesanggrahan kuno peninggalan era kolonial di Jawa Barat membuka tabir misteri tersebut.

Pria berusia tiga puluh lima tahun tersebut awalnya menganggap semua cerita mistis tentang penginapan tua itu hanyalah isapan jempol yang sengaja disebarkan oleh warga lokal demi menarik perhatian para wisatawan pencari sensasi.

Suasana berubah mencekam ketika jarum jam menunjuk angka dua dini hari dan riuh angin malam mendadak surut, menyisakan keheningan murni yang terasa sangat menekan dada.

Langkah kaki yang berat dan berderak terdengar mengalun perlahan di lorong kayu tepat di depan kamar tempat Rizky beristirahat setelah menyelesaikan pekerjaan restorasi bangunan.

Rasa penasaran yang mengalahkan ketakutan mendorong dirinya untuk mengintip melalui celah kunci pintu kayu jati yang tebal dan telah berusia lebih dari satu abad.

Sesosok bayangan tinggi besar dengan gaun putih berenda lusuh tampak berdiri membelakangi pintu sambil menyisir rambut panjangnya yang terurai hingga menyentuh lantai papan.

Aroma bunga melati busuk yang menyengat mendadak menyeruak memenuhi seluruh ruangan tidur, membuat napas Rizky tertahan di tenggorokan karena rasa tercekat yang luar biasa.