Baca Juga: Nafa Urbach Galau Belum Mendapatkan Pasangannya ?

Hari valentine ini sekarang diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran tanda atau simbol dalam bentuk “valentines”. Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. Mulai dari abad ke-19, tradisi penulisan tanda pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu miliar kartu valentine dikirimkan per tahun

Di Amerika Serikat, mulai pada paruh kedua abad ke-20, tulis Wikipedia, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah yang biasanya diberikan oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan coklat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.

Di Indonesia sendiri, saya melihat Hari Valentine diekspresikan dengan berbagai cara. Ada yang cukup dengan saling memberi ucapan, tukar hadiah, kencan, bahkan yang paling ekstrem dijadikan ajang untuk mesum, dalihnya saling melepas kasih sayang. Namun, saya memprediksi bahwa masih banyak para pelajar dan remaja kita yang mengekspresikan dengan cara-cara biasa, yaitu saling memberi coklat atau hadiah, yang merupakan korban dari tren (saya sendiri dulu pernah jadi korban ketika SMP).

Baca Juga: BMKG Ingatkan Pemda Agar Waspada dan Siap Siaga Hadapi Karhutla