HARIANMEMOKEPRI.COM – Sudah sekitar tiga tahun seorang nasabah BRI Cabang Daik Lingga, berinisial AMD, mempertanyakan data kredit muncul atas namanya.
Warga Kampung Tebing, Desa Teluk, Kecamatan Lingga Timur, itu mengaku tidak pernah mengajukan pinjaman seperti yang tercatat dalam pemeriksaan data perbankan.
Persoalan tersebut bahkan disebut telah membuat dirinya kesulitan ketika hendak mengajukan pinjaman usaha di bank lain.
AMD menceritakan, persoalan itu pertama kali diketahuinya sekitar 2023. Saat hendak mengajukan pinjaman usaha di salah satu bank di Daik Lingga, ia justru mendapat informasi bahwa namanya telah tercatat sebagai peminjam kredit di BRI.
“Saya kaget karena saya merasa tidak pernah memiliki pinjaman seperti yang disebutkan,” kata AMD kepada Harianmemokepri.com, Rabu (9/9/2026).
Dari informasi tersebut, AMD kemudian mendatangi BRI untuk meminta penjelasan. Ia mengaku saat itu diminta mencari nomor kode tertentu yang berkaitan dengan data kreditnya.
Namun, kode tersebut menurut pihak bank tidak dapat diberikan karena merupakan bagian dari informasi rahasia internal.
AMD kemudian kembali melakukan pengecekan ke BRI. Dari proses tersebut, ia mengaku mendapat informasi mengenai adanya nama lain yang disebut memiliki data sama atau ganda dengan dirinya.
Informasi tersebut, menurut AMD, disampaikan oleh petugas marketing BRI bernama Suhaimi.
Persoalan kemudian semakin panjang ketika AMD meminta bukti pendukung berupa dokumen agunan dan foto peminjam yang disebut memiliki kesamaan data dengannya.

