Namun, menurut AMD, dokumen tersebut tidak langsung diberikan dengan alasan merupakan data lama dan masih perlu dicari.

“Saya hanya diberikan secarik kertas dengan tulisan yang sangat kecil sehingga sulit saya pahami,” ujarnya.

Tak ingin hanya menerima informasi sepihak, AMD kemudian melakukan pengecekan sendiri ke Desa Merawang untuk mencocokkan identitas yang disebut memiliki kesamaan dengannya.

Hasil pengecekan yang dilakukannya, menurut AMD, tidak menemukan kesamaan identitas sebagaimana yang sebelumnya disampaikan pihak bank.

Ia bahkan menghubungi Disdukcapil untuk memastikan data kependudukannya.

AMD mengaku mendapatkan informasi bahwa data kependudukannya tidak sama dengan identitas yang disebut memiliki kesamaan tersebut.

“Hasil dari Capil juga menyatakan data saya tidak sama seperti yang disebutkan. Bahkan saat itu pihak Capil sempat meminta berbicara langsung dengan pihak BRI,” katanya.

Namun, AMD mengaku komunikasi antara Disdukcapil dan pihak BRI tersebut tidak berlangsung sebagaimana yang diharapkannya.

Janji Lapor OJK, Jawaban Tak Kunjung Datang

Persoalan tersebut kemudian kembali dibawa AMD ke kantor BRI.

Ia mengaku sempat bertemu dengan Suhaimi dan seorang petugas bernama Ezon.

Dalam pertemuan itu, AMD meminta kembali dilakukan pengecekan terhadap data dipersoalkannya.

Menurut AMD, Ezon menyampaikan persoalan tersebut akan dilaporkan kepada OJK Pusat. Ia kemudian diminta menunggu sekitar satu minggu untuk mendapatkan jawaban.

Namun, waktu yang dijanjikan berlalu tanpa adanya informasi yang diterima AMD.