“Saya datang lagi ke bank, jawabannya masih menunggu balasan dari OJK. Sampai sekarang tidak ada kabar dan tidak ada penyelesaian yang jelas,” ujar AMD.

AMD mengaku beberapa kali mencoba menghubungi Suhaimi melalui telepon maupun WhatsApp. Namun, menurut pengakuannya, tidak mendapatkan respons.

Kondisi tersebut membuat AMD merasa persoalannya seperti berputar tanpa ujung. Ia mengaku harus berulang kali datang ke bank untuk mempertanyakan masalah yang sama.

Pada Rabu (9/9/2026), AMD kembali mendatangi BRI Cabang Daik Lingga.

Kali ini ia menemui langsung Kepala BRI Cabang Daik Lingga, David.

AMD kembali meminta penjelasan sekaligus meminta bukti berupa foto dan dokumen peminjam yang sebelumnya disebut memiliki data yang sama dengannya.

Namun, pihak bank tidak memberikan dokumen tersebut dengan alasan menyangkut informasi pribadi nasabah.

AMD kemudian meminta agar BRI mengeluarkan surat resmi yang menjelaskan alasan dokumen tersebut tidak dapat diberikan.

Surat itu, kata AMD, dibutuhkan sebagai pegangan jika dirinya harus menempuh langkah lebih lanjut melalui pihak berwenang.

“Kepala bank meminta waktu dua hari untuk mengeluarkan surat tersebut,” katanya.

Kepala BRI: Tidak Pernah Menerima Laporan

Sementara itu, Kepala BRI Cabang Daik Lingga, David, saat dikonfirmasi Harianmemokepri.com mengaku belum mengetahui secara rinci persoalan yang disampaikan AMD.

David menyebut dirinya tidak pernah menerima berkas maupun laporan mengenai persoalan data tersebut dari bawahannya.

“Saya tidak pernah menerima data-data itu. Anggota saya tidak pernah memberikan laporan tersebut kepada saya,” ujarnya.