David menjelaskan bahwa tidak seluruh laporan maupun data nasabah harus sampai kepada kepala cabang.

Terkait persoalan yang disampaikan AMD, David menyarankan agar nasabah tersebut melakukan pengecekan melalui layanan SLIK OJK.

Sementara mengenai Suhaimi yang sebelumnya disebut menangani persoalan tersebut, David mengatakan yang bersangkutan berada di Tanjung Uban.

“Bapak kalau mau mempertanyakan langsung soal itu silakan ke Tanjung Uban, temui Suhaimi,” katanya.

Nasabah Minta Kepastian

Keterangan tersebut belum membuat persoalan AMD selesai. Ia menilai dirinya membutuhkan kepastian resmi mengenai status data kredit yang tercatat atas namanya.

AMD berharap BRI dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai persoalan tersebut, sementara OJK diharapkan dapat membantu memastikan apakah terdapat kesalahan pencatatan, kesamaan identitas, atau persoalan administrasi lainnya.

Bagi AMD, persoalan tersebut bukan sekadar masalah data. Sebab, catatan kredit yang dipertanyakannya berpotensi memengaruhi akses terhadap layanan perbankan.

“Saya hanya ingin kejelasan. Kalau memang ada data kredit atas nama saya, tunjukkan dan jelaskan. Kalau ternyata bukan saya, saya berharap segera diperbaiki,” ujarnya.