Suara gemericik air sungai dan bisikan angin segar di antara pepohonan rindang menyambut puluhan pekerja perkotaan yang sengaja melepaskan gawai pintar mereka demi menjalani proses penenangan jiwa.
Banyak warga kota besar kini berani mengalokasikan waktu libur akhir pekan mereka untuk menguji ketahanan mental lewat kegiatan retret hening tanpa percakapan maupun akses jaringan internet.
Praktik menepikan diri dari hiruk-pikuk aktivitas harian ini ternyata terbukti efektif membimbing seseorang menemukan kembali titik fokus spiritual serta makna hidup yang sempat terkikis rutinitas.
Ketika telinga kita terbiasa dihujani dentingan notifikasi gawai secara terus-menerus, suasana sunyi yang tercipta justru membuka ruang perenungan mendalam mengenai hubungan manusia dengan Sang Pencipta.
Sejumlah pusat spiritual di wilayah pegunungan Jawa Barat hingga Bali mencatat peningkatan signifikan jumlah peserta muda yang mendaftarkan diri sepanjang semester pertama tahun ini.
Menemukan Kemurnian Jiwa Lewat Kesunyian
Pengalaman mengisolasi diri secara sukarela ini memberikan kesempatan langka bagi pikiran untuk beristirahat dari tumpukan beban kerja serta tuntutan sosial yang kerap memicu rasa cemas berlebihan.

