Suara klakson kendaraan yang saling bersahut-sahutan di tengah kemacetan Jakarta sering kali menjadi latar suara harian yang tanpa kita sadari mengikis ketenangan jiwa secara perlahan.

Banyak pekerja muda berbondong-bondong mendatangi tempat peristirahatan spiritual di pinggir kota ketika akhir pekan tiba demi memulihkan energi jiwa yang terkuras habis.

Fenomena menarik ini menunjukkan betapa masyarakat urban kini mulai merindukan bentuk kesadaran baru yang mampu menyeimbangkan kesehatan mental sekaligus pemenuhan kebutuhan spiritual secara mendalam.

Praktik mengheningkan cipta atau meditasi berbasis nilai keagamaan menjadi opsi yang kian populer untuk melepas penat tanpa harus keluar dari lingkaran aktivitas profesional.

Para praktisi spiritual modern mencatat lonjakan partisipasi kaum muda yang secara aktif mendaftarkan diri dalam program hening sejenak selama tiga hari penuh.

Mereka sengaja mematikan telepon seluler dan melepas seluruh atribut pekerjaan agar bisa mendengarkan bisikan hati nurani yang selama ini tertutup kebisingan dunia luar.