Pengalaman berdiam diri tanpa gawai ternyata memberikan kejutan emosional yang luar biasa bagi sebagian besar peserta yang terbiasa hidup dalam ritme serba cepat.
Rasa cemas yang biasanya hadir akibat dorongan untuk selalu terlihat produktif perlahan meluruh saat seseorang mulai berdamai dengan kesendirian di ruang hening tersebut.
Menata Ulang Ritme Hidup Ditengah Kesibukan
Tradisi menarik diri sejenak dari keramaian ini sebenarnya telah berakar panjang dalam berbagai ajaran keagamaan Nusantara sejak ratusan tahun yang lalu.
Para pendahulu kita secara bijaksana mengajarkan bahwa kekuatan jiwa justru menemui puncaknya ketika tubuh dan pikiran berada dalam kondisi istirahat yang sempurna.
Saat ini kita bisa mengadaptasi kearifan lokal tersebut dengan cara menyisihkan waktu khusus secara konsisten setiap pagi sebelum memulai tumpukan pekerjaan kantor.
Dua puluh menit menyerahkan seluruh kekhawatiran kepada Sang Pencipta dalam keheningan pagi sanggup mengubah cara pandang kita terhadap tekanan kerja sepanjang hari.

