Latihan pernapasan dalam dengan menghembuskan napas secara perlahan sembari meresapi keheningan malam sangat ampuh memperlambat detak jantung yang berpacu akibat kelelahan emosional.
Kedisiplinan menentukan jam tidur serta jam bangun pada waktu yang persis sama setiap hari membantu membentuk ritme sirkadian tubuh menjadi jauh lebih teratur.
Konsistensi mempertahankan jadwal rehat tersebut bahkan pada hari libur akhir pekan mencegah munculnya fenomena kelelahan kronis akibat perubahan pola tidur yang mendadak.
Kebiasaan tidur pada siang hari dengan durasi lebih dari tiga puluh menit sebaiknya dihindari agar dorongan rasa kantuk alami pada malam hari tidak berkurang drastis.
Paparan sinar matahari pagi selama lima belas menit setelah bangun tidur membantu menyegarkan fungsi otak sekaligus mengatur ulang jam biologis dalam tubuh manusia.
Menggunakan tempat tidur khusus untuk beristirahat dan memindah aktivitas kerja ke meja terpisah membantu otak menghubungkan kamar tidur dengan ketenangan istirahat secara alami.

