Suara notifikasi ponsel yang berdering tanpa henti pada minggu pagi sering kali menjadi awal dari gelombang kecemasan terselubung yang merayapi pikiran para pekerja perkotaan.
Banyak dari kita menyangka bahwa rasa lelah yang menumpuk di penghujung pekan bisa sirna begitu saja hanya dengan tidur seharian tanpa menyadari kelelahan saraf yang sebenarnya.
Ketika tekanan pekerjaan datang bertubi-tubi dari berbagai arah, tubuh manusia secara alami mengaktifkan mode siaga yang menguras energi psikologis secara perlahan namun pasti.
Para ahli psikologi klinis menekankan bahwa menjaga kesehatan jiwa tidak selalu membutuhkan liburan mahal ke tempat terpencil melainkan keberanian menetapkan batasan pribadi secara konsisten.
Langkah awal yang bisa kita ambil dalam merawat ketenangan batin adalah dengan menyadari tanda-tanda kecil ketika otak mulai merasa kewalahan menghadapi tumpukan beban informasi harian.
Mengenali Batas Ketahanan Psikologis Diri
Sikap abai terhadap rasa cemas berlebihan yang melanda secara berulang dapat memicu penurunan produktivitas serta merusak kualitas hubungan sosial kita dengan keluarga maupun rekan sejawat.

