Ketika matahari mulai tenggelam di ufuk barat kota, ribuan pekerja urban justru baru memulai siklus paparan cahaya buatan yang mengacaukan ritme sirkadian tubuh mereka secara perlahan.

Paparan sinar biru yang memancar kuat dari layar ponsel pintar maupun televisi secara konstan sanggup menekan produksi hormon melatonin yang sangat dibutuhkan organ tubuh untuk beristirahat.

Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan merebahkan diri sambil menatap layar hingga tengah malam membuat otak terus berada dalam kondisi siaga yang menguras energi vital.

Peneliti menemukan hubungan erat antara gangguan jam biologis akibat paparan cahaya malam hari dengan meningkatnya risiko resistensi insulin yang memicu timbulnya berbagai penyakit kronis.

Tubuh manusia sebenarnya dirancang oleh alam untuk merespons kegelapan sebagai sinyal utama untuk memulai proses pemulihan seluler serta pembersihan racun dalam jaringan otak manusia.

Anatomi Sinar Biru dan Jam Seluler

Ketika retina mata menangkap spektrum cahaya biru saat larut malam, sinyal saraf langsung dikirimkan menuju pusat kendali utama otak untuk menghentikan pembersihan racun harian.