Sebagian besar pekerja kantoran di kota besar sering kali terbangun pada pagi hari dengan kondisi tubuh yang terasa layu serta kepala yang dilanda rasa kantuk berat.

Mengapa kebiasaan memejamkan mata selama delapan jam penuh setiap malam terkadang belum mampu memberikan kesegaran tubuh yang maksimal saat menyambut terbitnya fajar pagi?

Kualitas rehat malam sebenarnya jauh lebih menentukan proses pemulihan daya tahan tubuh seseorang dibandingkan sekadar durasi waktu yang telah dihabiskan di atas tempat tidur.

Tubuh manusia membutuhkan fase lelap yang cukup dalam agar proses perbaikan sel jaringan yang rusak serta regenerasi organ syaraf dapat berjalan lancar tanpa ada gangguan.

Cahaya biru yang dipancarkan secara terus-menerus oleh layar telepon pintar serta televisi sebelum berbaring terbukti efektif menekan produksi hormon melatonin alami di dalam otak manusia.

Menghentikan penggunaan seluruh perangkat elektronik setidaknya satu jam sebelum memadamkan lampu kamar menjadi langkah awal yang amat berguna untuk menenangkan pikiran yang tegang.