Diriwayatkan Rasulullah SAW berziarah ke makam Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dalam perang Uhud dan makam keluarga Baqi’. 

“Rasulullah SAW mengucap salam dan mendoakan mereka atas amal-amal yang telah mereka kerjakan”. (HR. Muslim)

Ada pula hadist lain yang diriwayatkan oleh Al-Wakidi bahwa Rasulullah SAW mengunjungi makam para pahlawan perang Uhud setiap tahun. Jika telah sampai di Syi’ib (tempat makam mereka), Rasulullah SAW agak keras berucap 

Assalâmu’alaikum bimâ shabartum fani’ma uqbâ ad-dâr. 

Baca Juga: 7 Rekomendasi Film Bollywood Komedi Untuk Menghilangkan Rasa Lelah, Apa Saja ? Berikut Penjelasannya

(Semoga kalian selalu mendapat kesejahteraan atas kesabaran yang telah kalian lakukan. Sungguh akhirat adalah tempat yang paling nikmat).

Abu Bakar, Umar dan Utsman juga melakukan hal yang serupa. (Dalam Najh al-Balâghah, halaman 394-396)

Di dalam pelaksanaannya, para ulama telah menyatakan bahwa dalam Peringatan Haul tidak dilarang oleh agama, bahkan dianjurkan. Ibnu Hajar dalam Fatâwa al-Kubrâ Juz II halaman 18 menjelaskan.

Baca Juga: Walikota Tanjungpinang Rahma Turun Langsung Meninjau Satu Per Satu Lokasi Kejadian Bencana Alam

Para sahabat dan ulama tidak ada yang melarang Peringatan Haul sepanjang tidak ada yang meratapi mayyit atau ahli kubur sambil menangis.

Peringatan Haul sedianya diisi dengan menuturkan biografi orang-orang yang alim dan shaleh guna mendorong orang lain untuk meniru perbuatan mereka.