Banyak warga Jakarta kini memilih menghabiskan waktu pagi mereka dengan berlari dalam kecepatan yang sangat lambat di sepanjang trotoar area Sudirman sampai Gelora Bung Karno.
Fenomena fisik yang dikenal sebagai *slow jogging* ini menawarkan pendekatan kebugaran yang jauh lebih ramah bagi tubuh jika dibandingkan dengan olahraga intensitas tinggi lainnya.
Pakar kesehatan dari Universitas Tanaka di Jepang mula-mula mengembangkan teknik ini untuk membantu masyarakat perkotaan tetap aktif bergerak tanpa harus mengorbankan kesehatan sendi lutut mereka.
Prinsip utama dari aktivitas fisik ini terletak pada ritme langkah kecil berfrekuensi tinggi yang menjaga detak jantung tetap berada pada zona pembakaran lemak secara optimal.
Apakah Anda pernah membayangkan bahwa olahraga yang terasa hampir tanpa beban ini ternyata mampu membakar kalori dalam jumlah yang sama dengan lari cepat?
Olahraga Santai dengan Hasil Maksimal
Kunci keberhasilan teknik ini berada pada pendaratan kaki bagian tengah yang secara alami meredam benturan keras saat telapak kaki menyentuh permukaan jalan beton keras.

