Trotoar kawasan Sudirman yang beralas beton keras itu biasanya hanya menjadi saksi bisu langkah kaki tergesa para pekerja kantoran yang berburu waktu presensi pagi.
Namun belakangan ini, pemandangan tersebut perlahan bergeser ketika puluhan penglaju memilih berjalan santai sambil menyandang ransel tebal berbobot khusus sebelum memulai jam kerja mereka.
Aktivitas yang dikenal luas dengan sebutan rucking ini mendadak menjadi perbincangan hangat di kalangan pegiat kebugaran perkotaan karena kesederhanaan konsep dan manfaat fisiknya yang amat nyata.
Meskipun terkesan baru bagi sebagian orang Indonesia, olahraga jalan kaki berbeban ini sebenarnya mengadaptasi metode latihan ketahanan militer yang sudah dipraktikkan sejak puluhan tahun silam.
Kepopuleran tren ini memuncak ketika banyak pekerja kantoran merasa jenuh dengan suasana gym indoor yang tertutup dan cenderung didominasi oleh dentuman musik keras menekan mental.
Berjalan menelusuri sudut kota sambil membawa beban tambahan memberikan kebebasan eksplorasi luar ruang yang menyegarkan pikiran tanpa harus mengorbankan porsi latihan kekuatan otot tubuh.

