HARIANMEMOKEPRI.COM – Gangguan listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Kecamatan Lingga, Lingga Timur, dan Lingga Utara memicu keluhan masyarakat.

Dalam satu hari, pemadaman listrik bahkan terjadi hingga empat kali, sehingga mengganggu aktivitas warga, pelaku usaha, perkantoran, hingga proses belajar mengajar.

Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat mengingat PLTD Musai di Desa Musai, Daik Lingga, merupakan sumber utama pasokan listrik untuk wilayah Pulau Lingga.

Koordinator sekaligus Operator PLTD Musai, Afrizal, menjelaskan bahwa pemadaman bergilir terjadi selama kurang lebih sepekan terakhir disebabkan oleh kerusakan dua unit generator akibat sambaran petir yang terjadi pada Selasa pekan lalu.

“Kedua unit generator tersebut saat ini sedang dalam proses perbaikan di Batam. Karena itu kapasitas pembangkit berkurang dan berdampak pada pelayanan listrik yang ada sekarang,” kata Afrizal saat ditemui di PLTD Musai, Selasa (23/6/2026).

Ia membantah berbagai dugaan yang berkembang di tengah masyarakat terkait adanya unsur kesengajaan dalam pelaksanaan pemadaman listrik.

Menurutnya, pemadaman yang dilakukan saat ini murni disebabkan berkurangnya kapasitas pembangkit akibat kerusakan mesin.

“Tidak ada unsur kesengajaan. Jadwal pemadaman tetap berjalan sesuai kondisi mesin yang tersedia saat ini,” tegasnya.

Afrizal juga memastikan bahwa seluruh unit pembangkit selama ini telah menjalani perawatan rutin sesuai standar operasional yang berlaku.

Pemeliharaan dilakukan melalui jadwal servis berkala yang dikenal dengan SO, MO, dan TO.

“Perawatan mesin dilakukan melalui prosedur SO, MO, dan TO. Itu merupakan jadwal servis rutin setiap 250 jam, 1.000 jam, dan 1.500 jam operasi mesin,” jelasnya.

Selain itu, ia turut menanggapi isu yang beredar terkait penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional pembangkit.

Menurutnya, penggunaan BBM dilakukan sesuai jumlah mesin yang beroperasi dan seluruh pemakaian dicatat serta dilaporkan berdasarkan kondisi riil di lapangan.

“Pemakaian BBM sesuai dengan jumlah unit yang beroperasi. Kalau yang beroperasi lima unit, maka lima unit itu yang kita laporkan,” ujarnya.

Saat ini PLTD Musai memiliki delapan unit mesin pembangkit. Namun satu unit mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat digunakan lagi, sementara dua unit lainnya masih menjalani perbaikan di Batam.

Dengan kondisi tersebut, hanya lima unit yang saat ini beroperasi untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat.

Afrizal menyebut kebutuhan BBM saat seluruh unit beroperasi normal mencapai sekitar 15 ton per hari. Namun dalam kondisi saat ini, konsumsi BBM berkisar antara 10 hingga 12 ton per hari.

Sementara itu, pasokan BBM ke PLTD Musai dikirim secara berkala setiap dua minggu sekali dengan jumlah sekitar 250 ton.

“BBM masuk ke sini dua minggu sekali sebanyak 250 ton. Pemesanan kembali dilakukan ketika stok mulai menipis. Tergantung pemakaian, stok 250 ton itu bisa bertahan 13 sampai 15 hari,” katanya.

Terkait normalisasi pasokan listrik, Afrizal mengaku belum dapat memastikan waktunya karena masih menunggu proses perbaikan generator yang sedang dilakukan di Batam. Namun ia berharap setidaknya satu unit generator dapat segera kembali beroperasi.

Menurutnya, jika satu unit generator berhasil diaktifkan kembali, kapasitas daya pembangkit akan bertambah sekitar 500 kilowatt (KW), sehingga beban pemadaman dapat berkurang secara signifikan.

“Saat ini kapasitas daya yang harus dipadamkan mencapai sekitar 1.100 KW. Jika satu unit generator kembali beroperasi, angka itu bisa ditekan hingga sekitar 200 KW,” jelasnya.

Di akhir keterangannya, Afrizal menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi dan meminta warga bersabar selama proses perbaikan berlangsung.

“Kami memahami gangguan ini berdampak pada banyak aktivitas masyarakat. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan terus berupaya semaksimal mungkin agar sistem kelistrikan dapat kembali normal secepatnya,” tutupnya.