HARIANMEMOKEPRI.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lingga mengakui sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) masih menghadapi tantangan dalam hal akurasi data penerima bantuan sosial (bansos).

Kepala BPS Kabupaten Lingga, Ahmad Chaidir, mengatakan proses pemutakhiran data bansos membutuhkan validasi menyeluruh agar bantuan pemerintah benar-benar diterima masyarakat berhak.

“Persoalan akurasi data memang masih menjadi tantangan sampai sekarang karena kondisi ekonomi masyarakat sangat dinamis,” ujar Ahmad Chaidir kepada Harianmemokepri.com, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, DTSEN merupakan sistem integrasi berbagai data sosial ekonomi nasional yang berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial, Regsosek dari Bappenas, serta P3KE dari Kemenko PMK.

Seluruh data tersebut kemudian dipadukan dengan data administrasi kependudukan dari Dukcapil serta diperkuat dengan berbagai sumber lain seperti data PLN, Pertamina, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.