Menurutnya, tantangan utama dalam proses penyatuan data muncul karena adanya perbedaan variabel dari masing-masing sumber serta perubahan kondisi ekonomi masyarakat yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Dalam penilaian kesejahteraan masyarakat, terdapat banyak indikator yang digunakan, mulai dari kondisi rumah, jenis lantai dan dinding, akses air bersih, sumber listrik, pekerjaan, pendidikan, hingga kepemilikan aset dan kendaraan.
Selain itu, kondisi sanitasi, luas rumah, penggunaan bahan bakar memasak, hingga kondisi kesehatan dan disabilitas juga menjadi bagian dari variabel penilaian.
Ahmad Chaidir menegaskan bahwa status desil masyarakat dalam DTSEN bersifat dinamis dan dapat berubah berdasarkan hasil verifikasi terbaru di lapangan.
“Desil masyarakat bisa berubah sesuai kondisi ekonomi dan hasil verifikasi yang dilakukan petugas,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang merasa data ekonominya tidak sesuai agar segera melakukan pembaruan data melalui aplikasi “Cek Bansos” maupun secara manual melalui kantor desa, kelurahan, atau Dinas Sosial.

