Menurutnya, pemadaman yang dilakukan saat ini murni disebabkan berkurangnya kapasitas pembangkit akibat kerusakan mesin.

“Tidak ada unsur kesengajaan. Jadwal pemadaman tetap berjalan sesuai kondisi mesin yang tersedia saat ini,” tegasnya.

Afrizal juga memastikan bahwa seluruh unit pembangkit selama ini telah menjalani perawatan rutin sesuai standar operasional yang berlaku.

Pemeliharaan dilakukan melalui jadwal servis berkala yang dikenal dengan SO, MO, dan TO.

“Perawatan mesin dilakukan melalui prosedur SO, MO, dan TO. Itu merupakan jadwal servis rutin setiap 250 jam, 1.000 jam, dan 1.500 jam operasi mesin,” jelasnya.

Selain itu, ia turut menanggapi isu yang beredar terkait penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional pembangkit.

Menurutnya, penggunaan BBM dilakukan sesuai jumlah mesin yang beroperasi dan seluruh pemakaian dicatat serta dilaporkan berdasarkan kondisi riil di lapangan.

“Pemakaian BBM sesuai dengan jumlah unit yang beroperasi. Kalau yang beroperasi lima unit, maka lima unit itu yang kita laporkan,” ujarnya.