“Kenaikan juga mempertimbangkan peningkatan upah minimum kota (UMK) Tanjungpinang, yang berdampak pada biaya tenaga kerja di pelabuhan,” terang Tonny.
Menanggapi hal itu, Ravi Azhar menilai alasan tersebut tidak cukup kuat untuk membenarkan kenaikan yang signifikan.
Ia menegaskan bahwa beban ekonomi masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan kebijakan.
“Kami memahami kebutuhan operasional, tetapi Pelindo harus mencari solusi lain yang tidak membebani masyarakat kecil. Pelabuhan adalah nadi transportasi penting di Kepulauan Riau,” tegas Ravi
Selain itu, Ravi meminta Pelindo lebih transparan mengenai penggunaan dana dari tarif yang telah berjalan selama ini.
Dirinya menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan pelabuhan jika tarif benar-benar dinaikkan.
Ravi memastikan bahwa HMNI Kepri akan terus mengawal isu ini hingga ada solusi yang tidak memberatkan masyarakat.
Ravi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersuara bersama menolak kebijakan yang dianggap tidak adil ini.
“Kami akan terus berjuang agar kebijakan ini tidak menyulitkan masyarakat kecil, terutama mereka yang hidupnya bergantung pada pelabuhan,” tutup Ravi.

