HARIANMEMOKEPRI.COM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Batam berlangsung meriah dengan nuansa budaya Melayu kental di Dataran Engku Putri, Senin (11/5/2026).
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad memimpin langsung upacara Hardiknas sebagai inspektur upacara diikuti ribuan pelajar, guru, ASN, serta unsur Forkopimda Kota Batam.
Dalam kesempatan itu, Amsakar membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.
Ia menyampaikan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi bangsa dan mempersiapkan sumber daya manusia unggul.
“Pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih sayang untuk memanusiakan manusia,” kata Amsakar saat membacakan pidato menteri.
Usai pelaksanaan upacara, suasana berubah semakin semarak ketika ribuan pelajar SD dan SMP menampilkan tarian massal Zapin Ngenang. Sebanyak 5.120 pelajar ikut ambil bagian dalam tarian tradisional tersebut.
Amsakar bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, Ketua PKK Batam Erlita Amsakar, serta unsur Forkopimda turut larut dalam tarian bersama para pelajar di halaman Dataran Engku Putri.
Zapin Ngenang merupakan warisan budaya Melayu yang telah berkembang sejak 1972 di wilayah Ngenang.
Tarian ini berakar dari budaya Yaman yang kemudian dipadukan dengan nilai dan tradisi lokal masyarakat Melayu Batam.
Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari peserta upacara dan menjadi simbol semangat generasi muda dalam melestarikan budaya daerah.
Dalam amanatnya, Amsakar juga menegaskan bahwa konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara melalui “asah, asih, dan asuh” masih menjadi landasan penting dalam dunia pendidikan Indonesia.
Menurutnya, pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, hingga peningkatan kesejahteraan guru.
“Kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru sebagai teladan, agen pembelajaran, dan agen peradaban,” ujarnya.
Selain penguatan mutu pendidikan, Pemerintah Kota Batam juga terus mendukung akses pendidikan melalui program bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat SD dan SMP.
Pada 2025, Pemko Batam menyiapkan sebanyak 105.670 stel seragam untuk 52.835 murid baru di sekolah negeri maupun swasta.
Bantuan tersebut mencakup seragam nasional lengkap dan seragam kurung Melayu sebagai identitas budaya lokal.
Amsakar menambahkan, kualitas sumber daya manusia di Batam terus mengalami peningkatan.
Hal itu terlihat dari angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam yang naik dari 83,32 pada 2024 menjadi 83,80 pada 2025.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pendidikan berkualitas dan merata bagi seluruh anak bangsa.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” tutupnya.

