HARIANMEMOKEPRI.COM – Mantan Bupati Kabupaten Lingga, Alias Wello, melontarkan kritik terhadap pemerintah terkait polemik lahan yang berkembang di Kecamatan Lingga Timur dan Lingga Utara.

Alias Wello menilai pemerintah daerah harus lebih peka terhadap persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Terlebih, kondisi perekonomian yang sulit serta terbatasnya lapangan pekerjaan dinilai semakin menambah beban warga.

“Pemerintah daerah tidak boleh buta dan tuli terhadap persoalan sosial ekonomi masyarakat,”

“Hari ini masyarakat Lingga sedang berada dalam situasi yang tidak mudah. Lapangan pekerjaan sulit, ekonomi masyarakat juga sulit,” kata Alias Wello kepada HarianMemoKepri.com, Senin (15/9/2026).

Menurutnya, pemerintah seharusnya hadir memberikan solusi sekaligus memastikan hak-hak masyarakat mendapatkan perlindungan.

Ia menegaskan, persoalan kepemilikan tanah masyarakat tidak semestinya dipandang sebagai persoalan biasa karena menyangkut hak dasar yang memiliki nilai sosial dan ekonomi.

“Masalah kepemilikan tanah oleh individu-individu masyarakat ini adalah hak hakiki yang memiliki nilai sosial dan ekonomi,”

“Hak tersebut sah secara hukum dan diakui oleh negara. Karena itu persoalan ini tidak boleh dianggap sepele atau dibiarkan berlarut-larut,” ujarnya.

Alias Wello juga menyoroti pembangunan daerah yang menurutnya belum sepenuhnya mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang memadai bagi masyarakat.

Dalam kondisi tersebut, kata dia, pemerintah semestinya semakin responsif terhadap persoalan yang berpotensi menambah tekanan ekonomi masyarakat.