“Hal ini menjadi penekanan kami dari Kepolisian untuk bekerjasama dengan Panwascam untuk mewaspadai adanya serangan fajar,” ujarnya.
Ketua Panwascam Tanjungpinang Barat Zulman menjelaskan pada tahapan saat ini masyarakat kurang peduli terhadap penyusunan data pemilih. Tapi pada hari H tidak dapat undangan pencoblosan maka baru kebingungan mengetahui lokasi TPS.
“Kami sering beberapa kali berkoordinasi dengan PPK terdapat kerancuan terhadap daftar pemilih tambahan (DPTb) misalnya pindah tempat dari luar daerah dan sudah keluar KTPnya tapi pas hari H tidak keluar DPT ini sangat bahaya,” terang Zalman.
Masih kata Panwascam Tanjungpinang Barat, atas hal tersebut pihaknya belum mendapatkan jawaban mengingat sangat krusial dengan kejadian ini bahkan kasus itu memiliki unsur pidana karena dapat menghilangkan hak seseorang.
“Beberapa kali koordinasi dengan PPK dan jajarannya atau di KPU terkait hal ini saya masih belum dapat jawaban atau regulasi tersebut,” lanjut Zulman.
Hal senada juga diungkapkan Camat Tanjungpinang Barat Haposan Siregar mari bersama sama dan sepakat dalam mengawal pelaksanaan pesta demokrasi nanti.

