Maisarah bercerita bahwa Muhammad adalah pria paling baik dan lembut yang pernah ia temui. Tidak hanya itu, Muhammad juga sangat mumpuni dalam menjalankan tugasnya sebagai mitra dagang. Sayyidah Khadijah pun mulai terkesan dan menaruh perhatian pada Muhammad.

Baca Juga: Kisah Teladan Zunairah Budak Abu Jahal, Tetap Yakin Akan Iman Islamnya Meski Disiksa Majikannya

Sayyidah Khadijah lalu mengungkapkan keinginannya untuk menikah dengan Muhammad. Beliau mengutus seorang sahabat perempuannya yang bernama Nafisah untuk menyampaikan kabar ini kepada Muhammad.

Setelah melalui berbagai perbincangan, Muhammad bersedia menerima tawaran Nafisah untuk menikahi Sayyidah Khadijah. Kabar gembira ini disampaikan kepada kedua pihak keluarga. Muhammad dan pamannya, Hamzah bin Abdul Muthalib bersiap untuk mendatangi rumah Khuwailid bin Asad selaku wali dari Sayyidah Khadijah.

Dua bulan setelah perjalanan bisnis pertamanya, Muhammad resmi menikah dengan Sayyidah Khadijah. Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW masih berusia 25 tahun, sedangkan Khadijah berusia 40 tahun. Perbedaan usia ini tidak menjadi masalah bagi mereka berdua, sebab keduanya sudah saling mencintai.