Sayyidah Khadijah kemudian mencari seseorang yang jujur dan mampu menjalankan bisnisnya. Pada saat itu, Muhammad yang belum diangkat menjadi nabi datang menghampiri Khadijah untuk melamar posisi tersebut.
Tanpa rasa ragu, Sayyidah Khadijah memberikan pekerjaan kepada Muhammad. Ia memerintahkan kepada Muhammad agar menjajakan barang dagangannya ke negeri Syam dengan ditemani seorang pelayan bernama Maisarah.
Baca Juga: Kisah Kemuliaan Hati Hasan Bin Ali Cucu Rasulullah SAW yang Cinta Damai Berikut Kisah Selengkapnya
Beliau juga dibekali modal yang cukup besar dibanding pekerja lain. Di negeri Syam, Muhammad mulai menjual barang-barang dagangannya. Keuntungan yang diperoleh Muhammad berlipat ganda, sehingga Khadijah memberi bonus dari hasil penjualan tersebut.
Berdasarkan buku Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Kisah Istri-Istri Nabi Muhammad SAW karya Herwanti Subekti dan Sutarman, setelah kembali dari perjalanan dagang di Negeri Syam, Sayyidah Khadijah bertanya kepada pelayannya mengenai tingkah laku Muhammad.

