Kita perlu membangun model relasi yang bukan berdasarkan hierarki, tetapi pada tiga prinsip dasar:

1. Respect, Bukan Takut

Yang lebih muda menghormati yang lebih tua bukan karena takut dibentak atau diintimidasi, tetapi karena menghargai ilmu, pengalaman, dan dedikasi mereka.

Sebaliknya, yang lebih tua (baik pembimbing maupun kakak kelas) harus sadar bahwa rasa hormat tidak bisa dipaksa, melainkan ditumbuhkan melalui keteladanan, kebaikan, dan keadilan.

2. Sistem Mentoring Formal

Senioritas bisa digantikan oleh mentoring. Artinya, peserta didik yang lebih dulu menjalani pendidikan diarahkan menjadi mentor, bukan penguasa informal.

Mereka dibekali pelatihan komunikasi, etika, dan tanggung jawab sebagai pembina karakter, bukan sebagai “penjaga tradisi keras.”

3. Evaluasi Etika dan Budaya Setiap Semester

Sama seperti ujian akademik, evaluasi terhadap iklim etik dan psikososial di lingkungan pendidikan spesialis harus dilakukan secara berkala.

Apakah peserta merasa aman? Apakah nilai saling menghargai dijalankan? Survei ini bisa dijadikan dasar reformasi internal yang berkelanjutan.