Anonimitas, keamanan pelapor, dan tindakan responsif harus jadi standar.

3. Tes Kejiwaan dan Konseling Psikologis Berkala

Asesmen psikologis seperti MMPI seharusnya menjadi syarat wajib dalam proses seleksi calon residen.

Tapi tak cukup sampai di situ, pendampingan psikologis berkala selama masa pendidikan harus diinstitusikan, bukan dianggap sebagai beban.

Tujuannya bukan untuk mencari-cari kelemahan mental, tetapi untuk membantu para peserta didik memahami batas stresnya, mengenali emosi, dan memproses tekanan secara sehat.

Konseling bukan tanda lemah, tetapi bagian dari pelatihan menjadi dokter yang utuh. Hal ini disebabkan karena bagaimana mungkin seseorang merawat orang lain kalau ia sendiri tidak dirawat?

Menanamkan Etika Tanpa Hierarki yang Toxic

Salah satu akar masalah terbesar dalam sistem pendidikan dokter spesialis di Indonesia adalah budaya senioritas berlebihan yang tidak jarang berubah menjadi kekuasaan.

Padahal, etika tidak tumbuh dari rasa takut, melainkan dari peneladanan dan dialog yang sehat.