Relasi Kuasa, Kesehatan Mental, dan Kekosongan Pengawasan
Hal yang paling mengkhawatirkan dalam sistem ini adalah adanya relasi kuasa yang timpang antara residen dan pembimbing, atau antara residen senior dan junior.
Dalam kondisi seperti ini, pengawasan menjadi sangat lemah. Banyak institusi kedokteran tidak memiliki mekanisme pelaporan kekerasan atau pelecehan yang aman dan berpihak pada korban.
Tak kalah penting, adalah persoalan kesehatan mental. Tekanan akademik, beban kerja klinis, dan isolasi sosial yang dialami peserta PPDS bisa menjadi pemicu stres kronis, kecemasan, hingga gangguan perilaku.
Sayangnya, sistem kita belum menjadikan asesmen kesehatan mental sebagai standar wajib dalam seleksi maupun evaluasi berkala residen.
Padahal, alat seperti Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) yang sudah lama digunakan secara luas dalam dunia psikologi klinis dan seleksi pekerjaan berisiko tinggi, dapat membantu mengidentifikasi potensi masalah psikologis, gangguan kepribadian, atau kecenderungan agresif yang tersembunyi.

