Opini : Assril
Mahasiswa STAIN SAR Kepri
Semester 6
Sebagai generasi muda, kita tentu memiliki tanggung jawab moral untuk melihat berbagai persoalan pembangunan di daerah dengan sikap yang kritis namun tetap bijak.
Pembangunan daerah pada dasarnya merupakan langkah penting untuk mendorong kemajuan dan memperkuat identitas budaya.
Namun demikian, setiap rencana pembangunan juga perlu dipertimbangkan secara matang agar tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat yang ada saat ini.
Belakangan ini, rencana pembangunan Tugu Bahasa di Pulau Penyengat menjadi perbincangan di tengah masyarakat.
Tugu tersebut direncanakan sebagai simbol sejarah dan kebudayaan Melayu yang memiliki peran penting dalam perkembangan bahasa Indonesia.
Pulau Penyengat sendiri dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan Melayu yang memiliki nilai historis tinggi.
Dalam rencana tersebut, pemerintah daerah menyiapkan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp100 miliar.
Nilai anggaran ini tentu menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadirkan sebuah ikon budaya yang diharapkan dapat memperkuat identitas daerah sekaligus menjadi daya tarik wisata bagi Kepulauan Riau.
Namun di sisi lain, sebagai masyarakat terutama dari kalangan anak muda dan mahasiswa tentu wajar jika muncul ruang refleksi mengenai prioritas pembangunan daerah.
Hingga saat ini masih ada sebagian masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi, bahkan tidak sedikit rakyat miskin yang masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Selain persoalan ekonomi, keterbatasan dalam mengakses pendidikan juga masih menjadi kenyataan di beberapa wilayah.

