Masih terdapat anak-anak yang kesulitan mendapatkan pendidikan yang layak, bahkan ada yang tidak dapat melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya maupun akses.
Realitas tersebut tentu menjadi perhatian bersama. Pembangunan yang baik tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan megah atau monumen besar, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan pembangunan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, rencana pembangunan Tugu Bahasa di Pulau Penyengat dapat menjadi momentum untuk membuka ruang diskusi publik yang sehat.
Diskusi ini penting agar setiap kebijakan pembangunan benar-benar memperhatikan keseimbangan antara pelestarian sejarah dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Pada akhirnya, generasi muda tentu berharap pembangunan di Kepulauan Riau dapat berjalan secara seimbang.
Pelestarian sejarah dan budaya tetap penting, namun perhatian terhadap rakyat miskin, akses pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat juga harus menjadi bagian utama dari arah pembangunan daerah.

