Namun di sisi lain, sebagai masyarakat terutama dari kalangan anak muda dan mahasiswa tentu wajar jika muncul ruang refleksi mengenai prioritas pembangunan daerah.

Hingga saat ini masih ada sebagian masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi, bahkan tidak sedikit rakyat miskin yang masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Selain persoalan ekonomi, keterbatasan dalam mengakses pendidikan juga masih menjadi kenyataan di beberapa wilayah.

Masih terdapat anak-anak yang kesulitan mendapatkan pendidikan yang layak, bahkan ada yang tidak dapat melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya maupun akses.

Realitas tersebut tentu menjadi perhatian bersama. Pembangunan yang baik tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan megah atau monumen besar, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan pembangunan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, rencana pembangunan Tugu Bahasa di Pulau Penyengat dapat menjadi momentum untuk membuka ruang diskusi publik yang sehat.