Tapi semua belum terlambat. Kita masih bisa memperbaiki situasi ini jika semua pihak mau membuka mata dan hati. Para wakil rakyat harus kembali menyadari bahwa jabatan mereka adalah amanah, bukan fasilitas.
Pemerintah harus memastikan anggaran negara digunakan secara adil dan tepat sasaran. Dan rakyat harus terus menyuarakan aspirasi, mengawasi, dan terlibat aktif dalam kehidupan politik.
Demokrasi bukanlah semata-mata soal datang ke tempat pemungutan suara setiap lima tahun sekali untuk mencoblos calon pemimpin atau wakil rakyat.
Demokrasi sejatinya jauh lebih dalam dan luas daripada sekadar rutinitas elektoral. Ia adalah proses yang terus berlangsung, yang menuntut partisipasi aktif, kesadaran kolektif, dan tanggung jawab bersama antara rakyat dan para pemimpinnya.
Demokrasi adalah ruang hidup bersama, di mana setiap individu memiliki peran dalam membentuk kebijakan, menyuarakan aspirasi, mengawasi jalannya pemerintahan, serta memastikan bahwa kekuasaan dijalankan secara transparan, adil, dan berpihak pada kepentingan umum.

