Saham BUMN yang tergabung ke dalam Danantara ditutup bervariasi pada hari perdagangan kemarin. Saham Bank Mandiri dan BRI, misalnya, ditutup menguat, sementara BNI dan Telkom melemah.

Bagaimana komentar pengamat?

Pengamat pasar modal Universitas Indonesia Budi Frensidy pesimistis Danantara bakal menjadi besar lantaran masih diisi pejabat negara yang terafiliasi politik alih-alih profesional.

Menurut Budi, Temasek yang dijadikan benchmark tim Prabowo, dapat menjadi besar lantaran diisi kalangan profesional dan dijalankan secara akuntabel serta transparan.

“Saya menilai Danantara lebih seperti lembaga politik untuk para petinggi,” kata Budi.

Direktur Eksekutif Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan (Pushaka) Yenti Nurhidayat mengatakan keberhasilan atau kegagalan Danantara bergantung kepada tata kelola yang akuntabel dan transparan, bukan pada besaran dana yang disiapkan.

Tanpa pengawasan yang baik, terang Yenti, “Danantara bakal sulit menarik kepercayaan investor.”

Bagaimana tanggapan Prabowo?

Menurut Prabowo, pembentukan Danantara ini era baru BUMN, yang tak hanya entitas bisnis, tapi aset nasional. Dia juga menyebut Danantara akan mampu menjadi agen pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.