“Saya sangat yakin, saya optimis, Indonesia akan maju dengan kecepatan penuh,” ujar Prabowo kala itu.
Ide lembaga pengelola aset BUMN seperti Danantara sejatinya telah dicita-citakan ayah Prabowo, Sumitro Djojohadikusumo, pada akhir 1980-an. Sumitro sempat memiliki ide membentuk lembaga yang mengelola 1-5 persen laba BUMN, namun ditolak Menteri Keuangan kala itu, J.B. Sumarlin.
Apa arti nama Danantara?
Danantara merupakan singkatan Daya Anagata Nusantara. Menurut Presiden Prabowo, “Daya” berarti energi atau kekuatan, “Anagata” berarti masa depan, dan “Nusantara” yang merujuk pada Indonesia.
“Jadi, artinya Danantara ini kekuatan ekonomi, dana investasi yang merupakan energi, kekuatan masa depan Indonesia,” kata Prabowo dalam keterangan pada Senin (17/2).
Seperti apa struktur Danantara?
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rosan Roeslani, ditunjuk sebagai chief executive officer (CEO) Danantara.
Rosan yang merupakan ketua tim kampanye Prabowo Subianto pada pemilihan presiden Februari 2024 dibantu Pandu Sjahrir, seorang pengusaha sekaligus keponakan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Pandjaitan, sebagai chief investment officer (CIO). Pandu merupakan mantan wakil bendara tim kampanye Prabowo Subianto. Adapula Wakil Menteri BUMN Dony Oskario yang ditunjuk sebagai chief operating officer (COO).
Istana juga menyebut bahwa akan ada mantan presiden yang duduk di struktur Danantara, namun belum memerinci siapa mantan presiden yang dimaksud dan posisi yang bakal diisinya.
Mengapa Danantara dibentuk?
Dalam pidato peluncuran, Prabowo menyebut tujuan pembentukan superholding Danantara adalah untuk mengakomodasi dana perusahaan negara dan diinvestasikan ke dalam beragam proyek, seperti proyek energi terbarukan dan hilirisasi. Danantara juga diharapkan menjadi bagian pembangunan nasional dan cara pengelolaan kekayaan Indonesia secara maksimal.

