Menurut Budi, Temasek yang dijadikan benchmark tim Prabowo, dapat menjadi besar lantaran diisi kalangan profesional dan dijalankan secara akuntabel serta transparan.
“Saya menilai Danantara lebih seperti lembaga politik untuk para petinggi,” kata Budi.
Direktur Eksekutif Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan (Pushaka) Yenti Nurhidayat mengatakan keberhasilan atau kegagalan Danantara bergantung kepada tata kelola yang akuntabel dan transparan, bukan pada besaran dana yang disiapkan.
Tanpa pengawasan yang baik, terang Yenti, “Danantara bakal sulit menarik kepercayaan investor.”
Bagaimana tanggapan Prabowo?
Menurut Prabowo, pembentukan Danantara ini era baru BUMN, yang tak hanya entitas bisnis, tapi aset nasional. Dia juga menyebut Danantara akan mampu menjadi agen pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.
“Saya yakin dan percaya Indonesia akan terus melangkah maju lebih kuat dan lebih bersatu dari sebelumnya,” kata Prabowo.
Adapun terkait keraguan para pengamat, Prabowo mengaku dapat memahaminya, dengan mengatakan, “Hal ini adalah wajar karena inisiatif ini belum pernah ada sebelumnya.”

