CEO Danantara, Rosan Roeslani, dalam keterangan pers Senin (24/2) mengatakan, seluruh BUMN pada akhir bulan depan sudah akan bergabung ke Danantara, sehingga bakal kian memperbesar total kelola aset.

“Nanti yang masuk ke Danantara adalah keseluruhan, bukan hanya tujuh BUMN. Memang ada tahapnya,” ujar Rosan dalam keterangan pers usai peluncuran.

Prabowo menambahkan, Danantara bakal menggelontorkan $20 miliar atau sekitar Rp326 triliun pada tahap awal investasi yang berfokus pada proyek hilirisasi nikel, bauksit, dan produksi pangan serta energi baru dan terbarukan.

“Inilah sektor-sektor yang menentukan masa depan kita, ketahanan dan kemandirian bangsa,” ujar Prabowo.

Apakah Indonesia memiliki lembaga pengelola investasi lain?

Presiden Joko “Jokowi” Widodo pada Januari 2021 telah membentuk Indonesia Investment Authority (INA), lembaga pengelola dana investasi yang dibentuk lewat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2020.

Wakil Kepala BPI Danantara, Kaharuddin Djenod, mengatakan perbedaan Danantara dan INA terletak pada pilar investasi. INA hanya mempunya satu pilar yakni sovereign wealth fund sementara Danantara lebih luas yakni dana investasi, development investment, asset management, dan sovereign wealth fund.