Wakil Kepala BPI Danantara, Kaharuddin Djenod, mengatakan perbedaan Danantara dan INA terletak pada pilar investasi. INA hanya mempunya satu pilar yakni sovereign wealth fund sementara Danantara lebih luas yakni dana investasi, development investment, asset management, dan sovereign wealth fund.

Namun, setelah Danantara berdiri, INA akan dilebur ke dalam badan pengelola investasi baru tersebut.

Bagaimana aset Danantara dibanding pengelola investasi negara lain?

Dengan modal awal yang disebut mencapai US$900 miliar atau hampir Rp15 ribu triliun, Danantara dalam waktu singkat mengalahkan total kelola aset dua badan pengelola investasi negara-negara tetangga seperti Khazanah di Malaysia yang memiliki Rp596 triliun dan Temasek Singapura sebesar Rp596 triliun.

Secara global, Danantara berada di peringkat ketujuh, di bawah Norway Government Pension Fund Global (US$1.738 miliar), China Investment Corporation (US$1.332 miliar), SAFE Investment Company China (US$1.090), Abu Dhabi Investment Authority (US$1.057 miliar), Kuwait Investment Authority (US$1.029), dan Public Investment Fund milik Arab Saudi (US$925).

Bagaimana respons pasar modal?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 53,4 poin (0,78 persen) di 6.749 pada Senin (24/2) atau hari peluncuran Danantara oleh Prabowo.

Saham BUMN yang tergabung ke dalam Danantara ditutup bervariasi pada hari perdagangan kemarin. Saham Bank Mandiri dan BRI, misalnya, ditutup menguat, sementara BNI dan Telkom melemah.

Bagaimana komentar pengamat?

Pengamat pasar modal Universitas Indonesia Budi Frensidy pesimistis Danantara bakal menjadi besar lantaran masih diisi pejabat negara yang terafiliasi politik alih-alih profesional.