Salah seorang peserta aksi, Ar atau yang akrab disapa Jack, secara terbuka menyampaikan kekhawatirannya terkait kondisi tersebut. Ia meminta pemerintah tidak bertindak sewenang-wenang terhadap pegawai.
“Jangan ada intimidasi. Semakin kami ditekan, kami akan semakin melawan,” tegasnya dalam orasi.
Jack juga menyinggung potensi pemberhentian pegawai yang dianggap tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah. Ia bahkan menyatakan siap menerima konsekuensi, namun meminta keadilan ditegakkan.
“Sampaikan kepada Bupati Lingga, saya sebagai salah satu pegawai PPPK siap diberhentikan. Tapi ingat, kalau saya diberhentikan, maka seluruh pegawai PPPK lainnya juga harus diberhentikan,” ujarnya.
Aksi tersebut menjadi cerminan meningkatnya tekanan publik terhadap pemerintah daerah, khususnya dalam hal transparansi anggaran dan perlindungan terhadap pegawai.
Massa menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada kejelasan dan tindakan nyata dari pemerintah Kabupaten Lingga.

