Meski demikian, Rio menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat pemerintah desa dan masyarakat untuk terus berbenah dan bekerja bersama membangun desa.

“Alhamdulillah, di tengah situasi efisiensi itu, Desa Rantau Panjang masih mampu mencatatkan sejarah dengan masuk peringkat enam desa berkinerja baik dalam konvergensi stunting di tingkat nasional. Ini tentu menjadi kebanggaan bersama karena program stunting merupakan salah satu program prioritas nasional,” katanya.

Rio juga menegaskan bahwa hari jadi desa bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk penghargaan terhadap perjuangan tokoh pemekaran dan seluruh masyarakat yang telah ikut membangun desa hingga saat ini.

“Hari jadi desa ini adalah bentuk penghargaan bagi para tokoh pemekaran dan seluruh masyarakat Desa Rantau Panjang. Momentum ini juga membawa pesan besar tentang semangat kebersamaan, kekeluargaan, serta sikap saling menguatkan dalam niat dan upaya bersama membangun desa,” ucap Kades Rantau Panjang.

Sementara itu, Camat Lingga Utara, Burhanudin, turut memberikan apresiasi terhadap capaian dan semangat masyarakat Desa Rantau Panjang yang dinilai tetap solid di tengah berbagai tantangan.