Ia menyebutkan, perkiraan kasus TB di Tanjungpinang mencapai sekitar 1.800 kasus dalam setahun.

Namun, hingga saat ini baru sekitar 24 persen kasus yang berhasil ditemukan.

“Perkiraan kasus TB Tanjungpinang untuk satu tahun 1.800 kasus, sampai saat ini baru 24 persen yang bisa kita temukan, jadi masih cukup banyak yang kita cari,” ujar Rustam.

Untuk mempercepat penemuan kasus, Pemko Tanjungpinang mengintegrasikan tracing TB dengan CKG serta Gerakan Antar Warga Periksa TB atau Gasak TB.

Program tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinkes, puskesmas, kecamatan, kelurahan, kader, tokoh masyarakat hingga pihak terkait lainnya.

Pelaksanaan tracing dilakukan di 87 lokus, dengan sasaran 100 orang pada setiap lokus. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi CKG, pemeriksaan TB, pengambilan dahak dan rontgen.

Kegiatan tersebut berlangsung mulai 9 September hingga 27 November 2026.

Rustam menjelaskan, keterlibatan kader menjadi bagian penting dalam menjangkau masyarakat yang berisiko. Penelusuran akan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah atau door to door.