“Sekarang naik sebesar 200 kasus dari bulan Agustus ke September. Ini menjadi perhatian kita,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik.

“Kita meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar dan memakai masker agar mengurangi paparan polusi udara,” ungkapnya.

Selain itu, kelompok rentan diingatkan untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan, terutama jika mulai mengalami keluhan seperti batuk, pilek, sesak napas atau gejala gangguan pernapasan lainnya.

“Gunakan masker dan kurangi aktivitas di luar sebagai upaya mencegah dan menghindari risiko yang dapat menimbulkan ISPA,” tutup Bisri.