“Dalam kurun waktu sepuluh tahun ini, pesantren telah membuktikan kontribusinya yang besar dalam pendidikan, dakwah, dan pembangunan bangsa,” ujar Nyanyang.

Wagub juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya 67 santri dalam musibah di Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita semua berduka, bangsa ini berduka. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa negara hadir memberikan perhatian dan bantuan kepada keluarga korban serta memastikan proses pemulihan berjalan baik.

“Ini bukti bahwa negara tidak menutup mata terhadap pesantren dan para santri,” tambahnya.

Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.

Menurut Nyanyang, tema tersebut mencerminkan tekad santri untuk menjadi penjaga kemerdekaan sekaligus penggerak kemajuan zaman.

“Santri masa kini tidak hanya harus menguasai kitab kuning, tetapi juga teknologi, sains, dan bahasa dunia. Dunia digital adalah ladang dakwah baru bagi santri,” tegasnya.