Ironi: Pejabat Kaya, Rakyat Bertahan Hidup
Ironisnya, Kota Tanjungpinang sebagai salah satu daerah dengan UMK terendah, justru dipimpin oleh Walikota Lis Darmansyah, tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp7,5 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Sebagian besar harta tersebut berasal dari aset tanah dan bangunan.
Fakta ini memunculkan pertanyaan di tengah publik mengenai sejauh mana keberpihakan kepala daerah terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pekerja.
“Kita ingin pemimpin yang tidak hanya kaya secara pribadi, tapi juga memperjuangkan kebijakan yang memperkaya rakyat,” tegas Imam Rahman, seorang aktivis buruh di Tanjungpinang.
UMK Tertinggi di Batam
Berikut rincian lengkap UMK di Provinsi Kepri tahun 2025:
Kota Batam: Rp4.989.600
Kabupaten Bintan: Rp4.207.762
Kabupaten Kepulauan Anambas: Rp4.084.919
Kabupaten Karimun: Rp3.956.475
Kabupaten Natuna: Rp3.628.002
Kabupaten Lingga: Rp3.623.654
Kota Tanjungpinang: Rp3.623.654
Kota Batam tercatat sebagai daerah dengan UMK tertinggi, sementara Tanjungpinang dan Lingga tetap di posisi paling bawah meski menjadi pusat pemerintahan dan administrasi.

