Amsakar menegaskan, peningkatan investasi tidak hanya diarahkan untuk mengejar angka realisasi, tetapi juga harus memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah.

Fokus BP Batam tidak hanya membenahi penataan dan pengembangan kawasan, tapi bagaimana agar kinerja investasi yang kian baik ini dapat memberikan stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Artinya, investasi yang hadir harus mampu memperkuat industri, menciptakan peluang ekonomi, dan memberikan nilai tambah bagi Batam,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menegaskan bahwa investasi yang masuk harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi Batam.

Ia berharap transformasi layanan investasi yang menjadi salah satu prioritas BP Batam dapat mendorong peningkatan kinerja ekonomi sepanjang 2026 sekaligus semakin memperkuat posisi Batam sebagai kawasan yang produktif, tertata, dan kompetitif.

“Kami menyadari bahwa membangun Batam tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kepercayaan dan kerja sama antara pemerintah, investor, pelaku usaha, dan masyarakat. Mari kita bahu membahu agar perekonomian di Batam bisa tumbuh lebih baik,” pungkas Li Claudia.