“Kami ingin memastikan investor mendapatkan kepastian dalam berusaha. Oleh karena itu, pembenahan regulasi dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi bagian penting dari transformasi yang terus kami lakukan agar investor merasa aman dan nyaman mengembangkan usahanya di Batam,” ujar Amsakar, Senin (31/8/2026).

Menurut Amsakar, transformasi layanan investasi juga diperkuat melalui kebijakan yang menempatkan BP Batam sebagai single-window regulator di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

Dari sisi pengembangan kawasan, BP Batam terus memperkuat ekosistem industri dengan mendorong pertumbuhan sejumlah sektor strategis, mulai dari manufaktur, logistik internasional, industri digital dan kreatif hingga industri ringan nonkimia.

Amsakar menegaskan, peningkatan investasi tidak hanya diarahkan untuk mengejar angka realisasi, tetapi juga harus memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah.

Fokus BP Batam tidak hanya membenahi penataan dan pengembangan kawasan, tapi bagaimana agar kinerja investasi yang kian baik ini dapat memberikan stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Artinya, investasi yang hadir harus mampu memperkuat industri, menciptakan peluang ekonomi, dan memberikan nilai tambah bagi Batam,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menegaskan bahwa investasi yang masuk harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi Batam.

Ia berharap transformasi layanan investasi yang menjadi salah satu prioritas BP Batam dapat mendorong peningkatan kinerja ekonomi sepanjang 2026 sekaligus semakin memperkuat posisi Batam sebagai kawasan yang produktif, tertata, dan kompetitif.